600 Makam Dibongkar Tanpa Ritual, Penyebab Banyak Nyawa Melayang di Cipali?

600 Makam Dibongkar Tanpa Ritual, Penyebab Banyak Nyawa Melayang di Cipali?
0 Komentar

Pertama, “ada warga yang melihat mobil berputar sampai 20 putaran,” katanya. Karena terjadi pada sore hari, cukup banyak warga yang melihat kejadian tersebut. Kedua, warga yang tengah bekerja di sawah sempat melihat ada seorang wanita berjalan di tengah tol dan rambutnya menutupi jalan tol. “Setelah itu terjadilah kecelakaan yang mengakibatkan enam orang tewas saat itu,” kata Ahmad.

Ketiga, ini di ruas Tol Cipali yang masuk Kabupaten Cirebon di kilometer 182. Ada batu besar yang berada di sisi sebelah kiri jalan tol dari Cirebon menuju Jakarta. Kontraktor jalan tol sejak awal kesulitan memindahkan. Akhirnya batu besar dibiarkan saja karena beberapa alat berat yang berusaha menggusur atau menggali justru mengalami kerusakan. Keempat, pada ruas Tol Cipali yang ada di Kabupaten Cirebon terdapat ruas yang berkelok-kelok. Kondisi jalan yang mulus membuat pengemudi seringkali lengah dengan kecepatan mobilnya.

“Waktu itu saya tidak sadar, asyik saja ngobrol. Tiba-tiba saat melihat speedometer, kecepatan mobil sudah di angka 178,” kata seorang pengemudi. Padahal dia merasa kecepatan mobil hanya sekitar 80 hingga 100. “Saya langsung memperlambat laju kendaraan dan beristirahat sejenak. Kaget juga,” katanya. Ahmad mengusulkan manajemen PT Lintas Marga Sedaya, yang saham terbesarnya dimiliki perusahaan Malaysia, segera berziarah ke makam Mbah Samijem. “Tidak hanya itu, akses warga ke pemakaman pun dipermudah karena itu pemakaman satu-satunya di sini,” katanya.

Baca Juga:Kepergok Mesum dengan Isteri Orang, Oknum Satpol PP Diarak dan Dihajar MassaSubhanallah, 14 Balita di Cirebon Terinfeksi HIV/AIDS

Harapan senada disampaikan KH Maman Imanulhaq, pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. “Kecelakaan itu terjadi karena dalam pelaksanaan pembangunan, kontraktor jalan tol tidak menghargai kearifan lokal yang ada di suatu daerah,” katanya. Termasuk dalam hal perlakuan terhadap makam.

Maman dan santrinya sempat melakukan tahlilan di ruas tol untuk meminta keselamatan bagi ribuan pengendara yang melewati. Dia meminta pengelola jalan tol lebih menghargai kearifan lokal, termasuk dengan melengkapi sarana dan prasarana di ruas jalan tol yang belum lengkap. Juga dengan membayar kekurangan kompensasi kepada warga. “Siapa tahu doanya warga sekitar bisa membantu keselamatan orang-orang yang melewati jalan tol,” tandas Ahmad. (red/tim)

0 Komentar