600 Makam Dibongkar Tanpa Ritual, Penyebab Banyak Nyawa Melayang di Cipali?

600 Makam Dibongkar Tanpa Ritual, Penyebab Banyak Nyawa Melayang di Cipali?
0 Komentar

ADA sebuah jembatan penyeberangan di kilometer 178, Jalan Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) jembatan yang cukup akrab namanya dikalangan warga setempat. Sebelum jalan tol sepanjang 116 kilometer itu dibangun, terdapat 600 makam di sekitar jembatan itu, termasuk makam Mbah Samijen.“Makam Mbah Samijem sudah ada sebelum Kota Majalengka ada,” kata Ahmad, tokoh Desa Panjalin Lor Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, seperti dilangsir tempo, Minggu (26/7). Makam-makam itu kemudian dipindahkan ke sisi kanan jalan tol dari arah Jakarta menuju Cirebon. Posisi makam Mbah Samijem saat ini berada persis di sisi jalan tol. Padahal sebelumnya makam Mbah Samijem ada di tengah-tengah pemakaman.

Ahmad menjelaskan pemindahan makam warga oleh kontraktor jalan Tol Cipali tanpa melalui ritual, seperti ziarah ke makam Mbah Samijem dan lainnya. Intinya, kata Ahmad, meminta izin kepada Yang Maha Kuasa agar dalam pelaksanaan pembangunan dan pengoperasian jalan tol tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Mereka boleh tidak percaya, tapi itu nilai-nilai yang kami anut di sini,” katanya.

Selain tidak melakukan ritual, kontraktor juga tak berdialog atau bernegoisasi kepada ahli waris. Mereka langsung memindahkan makam setelah memberikan uang kompensasi yang hanya Rp 100.000. Kini kondisi makam berada di tengah-tengah sawah dan perkebunan. Tidak ada satu pun akses jalan yang bisa dilewati warga. Sehingga saat ada warga yang meninggal, warga harus berjalan masuk ke sawah dan menggotong keranda secara estafet.

Baca Juga:Kepergok Mesum dengan Isteri Orang, Oknum Satpol PP Diarak dan Dihajar MassaSubhanallah, 14 Balita di Cirebon Terinfeksi HIV/AIDS

Ahmad menyayangkan PT. Lintas Marga Sedaya, pemilik jalan tol terpanjang di Indonesia itu, tidak menghargai adat istiadat di kampung setempat. Alhasil dia tak heran menyaksikan sejumlah kecelakaan mobil yang menewaskan pengendaranya terjadi di jalan Tol Cipali yang masuk wilayah Kabupaten Majalengka.

Pada 6 Juli 2015, misalnya, ada enam orang tewas. Lalu ada kecelakaan yang mengakibatkan tujuh orang tewas yang terjadi di KM 166 pada 24 Juli 2015. Juga berbagai kecelakaan lain terjadi di sepanjang jalur Tol Cipali yang masuk wilayah Kabupaten Majalengka, baik yang mengakibatkan korban jiwa maupun tidak. Menurut Ahmad, ada sejumlah kejadian aneh di jalan tol ini.

0 Komentar