Hal itu diperkuat oleh kesaksian warga yang menyaksikan usaha untuk menghancurkan maupun memindahkan batu tersebut yang selalu berakhir gagal, bahkan sempat memakan korban. Suasana mistis batu tersebut juga diperkuat dengan adanya sejumlah makam di area sekitarnya. Ada pula yang percaya bahwa Batu Bleneng adalah sumbat mata air yang tidak akan berhenti mengucur kalau batu tersebut dihancurkan atau diangkat.
Menanggapi desas-desus mistis yang berkembang di kalangan warga setempat dan juga netizen di seluruh Indonesia, pengelola Tol Cipali menanggapi hal tersebut dengan argumen yang berbeda. Menurut pengelola, batu itu sengaja dibiarkan berada di sisi jalan tol sebagai pemandangan, tanpa ada alasan khusus lain. Ada pula warga sekitar yang memilih untuk tidak percaya bahwa batu yang berada di Desa Walahar, Cirebon, itu berhubungan dengan dunia gaib. (jay/gfr)
