JAKARTA – Tidak dipungkiri bahwa program transmigrasi sempat meredup pada awal era reformasi. Namun, saat ini kesadaran terhadap pentingnya transmigrasi mulai tertanam kembali.
Transmigrasi dipandang sebagai solusi nyata terhadap masalah kepadatan penduduk, problema pengangguran dan kemiskinan, bahkan tidak sedikit Pemerintah Daerah di luar Jawa yang memasukkan program transmigrasi dalam pembangunan daerahnya.
“Pandangan yang positif dan juga kebutuhan daerah-daerah tertentu terhadap program transmigrasi ini tentunya harus disambut baik oleh wilayah-wilayah yang padat penduduknya seperti di Pulau Jawa ini, untuk itu saya mengajak para Gubernur dan Bupati juga Walikota di Jawa untuk mempromosikan program transmigrasi, khususnya kepada warganya yang ingin merubah kehidupannya menjadi lebih sejahtera” ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, di Jakarta, Minggu (28/6).
Baca Juga:Mencekam, Ratusan Warga “Serang” Rumah Pengedar NarkobaNetty: Mahasiswi Lebih Cantik dengan Attitude
Ia mengakui, belum tingginya animo masyarakat terhadap program transmigrasi lebih disebabkan sosialisasi dan promosi yang belum maksimal. Baik promosi secara langsung kepada masyarakat maupun melalui media cetak dan elektronik, masih sangat kurang. Termasuk peranserta dari Pemerintah Daerah di Jawa juga masih belum optimal. Padahal, peran Pemerintah Daerah sangatlah penting dalam mendukung kesuksesan program transmigrasi. Karena jajaran aparatur daerah inilah yang setiap hari berinteraksi dengan warga, sudah dikenal baik oleh warga, juga lebih mengetahui dengan baik siapa saja warganya yang potensial menjadi calon transmigran.
“Jajaran aparatur daerah terutama aparatur di tingkat desa tentunya paling mengetahui siapa saja warganya yang potensial menjadi calon transmigran, sehingga layak dimasukkan sebagai sasaran promosi program transmigrasi, dan mengajak mereka untuk ikut mendaftar jadi calon transmigran berbekal keahlian yang akan digunakannya untuk bekerja atau berusaha di tempatnya yang baru nanti,” terangnya.
Marwan mengingatkan, informasi tentang transmigrasi harus disampaikan secara utuh dan komprehensif, termasuk apa saja fasilitas yang bakal diperoleh calon transmigran, juga pekerjaan dan penghasilannya di tempatnya yang baru, apakah anaknya bisa sekolah, bisa berobat ke Puskesmas, apakah nantinya bisa berkembang maju, bisa hidup layak dan sejahtera di daerah transmigrasi.
“Inilah pokok-pokok pertanyaan tentang transmigrasi yang harus dijawab tuntas, di lokasi transmigrasi nantinya para transmigran akan mendapat berbagai fasilitas dari mulai rumah hingga pekerjaan dari negara, akan disediakan tanah, rumah untuk tempat tinggal, benih dan alat pertanian kalau dia petani, kalau dia nelayan akan disediakan kapal dan perlengkapan melaut” katanya.
