Aher Canangkan SMS Center & BUMDes

Aher Canangkan SMS Center & BUMDes
0 Komentar

GARUT – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menggelar program “Gubernur Ngamumule Lembur” atau GNL, di Kampung Punaga, Desa Mandalakasih, Kec. Pameungpeuk, Kabupaten Garut pada Sabtu (27/6). Pada kesempatan ini, Gubernur pun mencanangkan program SMS Center dan Penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Gubernur Ngamumule Lembur” menganung arti sebagai pemimpin yang memiliki perhatian dan kasih sayang yang besar terhadap rakyat dan tanah leluhurnya untuk dijaga kelestarian, keharmonisan, dan kegotong royongan agar tercapai cita-cita untuk maju dan sejahtera untuk semua. GNL ini merupakan bagian dari agenda perubahan BPMPD Provinsi Jawa Barat 2015-2016.

“Program Gubernur Ngamumule Lembur ini kita ingin membangun desa dan perkampungan kita. Apabila potensi ekonomi desa itu dikembangkan, pendidikannya terus dikembangkan, kesehatannya di layani dengan baik, infrastrukturnya dikembangkan dengan baik desa itu akan menjadi mini kota, small city yang dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri,” papar Gubernur usai acara.

Gubernur pun menuturkan, dengan begitu maka desa menurutnya akan semakin maju dan masyarakatnya tidak perlu merantau ke kota untuk mengadu nasib ataupun mendapatkan penghidupan yang lebih baik, sehingga arus urbanisasi akan terhenti. “Dampaknya nilai ekonomi desa akan tinggi, jadi masyarakatnya akan betah di desa dan tidak harus ke kota karena perkonomian desa maju dan mencari nafkah mudah,” tambah Gubernur.

Baca Juga:Semua Calon Kepala Daerah PDIP, Besok Wajib Sekolah Partai di Lenteng AgungJabar ‘Juara’ Bantuan Desa Se-Indonesia

Sementara itu, terkait pencanangan SMS Center dan BUMDes, Kepala BPMPD Jawa Barat Dede Rusdia mengatakan bahwa program yang bekerja sama dengan beberapa operator komunikasi ini, adalah untuk lebih mengefektifkan dan mengefisiensikan komunikas-baik antara pemerintah provinsi, kabupaten, juga seluruh aparat desa yang ada di Jawa Barat. “Diharapkan ini bisa memperbaiki komunikasi antarpemerintah, sehingga akan mempercepat pembangunan desa di Jabar,” ungkap Dede kepada awak media yang hadir.

Selain itu, terkait BUMDes Dede menjelaskan hal tersebut berkaitan dengan upaya pemprov dalam mengembangkan berbagai bidang usaha dan potensi ekonomi yang ada desa. “BUMDes sudah berjalan lama dan keterkaitan dengan pembangunan desa nanti ini desa yang akan membangun,” ujar Dede.

Dede pun mengatakan, melalui BUMDes ini pihak Pemprov Jawa Barat mempunyai rencana untuk membangun desa melalui santri di 2016 mendatang. Nantinya akan dijaring sebanyak 130 desa yang memiliki BUMDes dengan manajemen baik dan menarik menjadi 50 desa yang diharapkan akan menjadi contoh dan pelopor bagi peningkatan pembangunan desa lainnya di Jawa Barat.

0 Komentar