Surat Ini Bikin Seorang Putri Meneteskan Air Mata di Hari Ayah

Surat Ini Bikin Seorang Putri Meneteskan Air Mata di Hari Ayah
0 Komentar

Di MATA para kaum putri, mungkin keberadaan ayah tak begitu berarti. Tapi sekedar tau aja, kasih sayang sang ayah pada putrinya tidak kalah dengan sang ibu. Bahkan, bisa lebih. Namun, sang putri kadang tak menyadarinya.

Mungkin jika membaca tulisan saya ini, sebagian putri di muka bumi ini akan merenung bahkan akan menangis, betapa besarnya kasih saying sang ayah pada dirinya.

Taukah kamu, saat kamu masih dalam kandungan sang ibu, tiap malam sang ayah menjagaimu dan menanyakan kabarmu pada sang ibu. Sang ayah bahkan selalu terjaga menungguimu di samping sang ibu yg tengah terlelap tidur. Padahal siangnya, sang ayah banting tulang memeras keringat mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hdp putrid kecilnya yg masih dalam kandungan.

Baca Juga:Jalur Alternatif Mudik Pantura Rusak ParahDi Karawang, Ada Oknum Satpol PP yang Doyan Bocorin Razian

Saat kamu terlahir, sang ayah pula yang pertama kali menyambutmu. Saat km masih berlumuran darah keluar dari rahim sang ibu, sang ayah langsung memangku kamu dan mengumandangkan adzan di telingamu. Sadarkah kamu, itu dilakukan lantaran sang ayah sangat menanti kehadiran putri kecilnya dan tak ingin putri kecilnya kelak tumbuh menjadi remaja yang rusak tanpa benteng agama.

Saat kamu tumbuh menjadi purti kecil yang lucu, saat itu km bandel dan meminta dibelikan es. Saat itu sang ayah dengan nada agak tinggi melarangmu. Sementara sang ibu mendekapmu lantaran anaknya ketakutan. Tapi sadarkah km, saat itu sang ayah tengah menjagamu. Sang ayah tak ingin km sakit gara2 minum es itu. Dan itu dilakukan, lantaran sang ayah begitu sangat sayang pada putri kecilnya.

Saat kamu tumbuh menjadi seorang anak yg branjak remaja, saat itu km lagi belajar bersepeda, sang ayah tanpa rasa takut membuka roda penyangga di sepedamu. Saat itu sang ibu was-was takut anaknya jatuh. Tapi taukah km, saat itu sang ayah melepaskan roda itu agar putri tercintanya bisa tumbuh menjadi wanita mandiri dengan tanpa bergantung pada orang lain dan tidak dilecehkan kaum adam kelak.

Saat kamu tumbuh menjadi seorang putri remaja yang cantik, saat itu km harus meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu di tempat yang jauh. Saat itu sang ayah mengantarmu ke stasion. Saang ibu menangis melepasmu, sementara sang ayah terlihat tegar. Dan saat melepasmu pergi, sang ayah hanya mengusap kepalamu sambil berkata,”hati2 nak. Jaga diri baik2.” Padahal, taukah km, saat itu sang ayah sedang menahan air matanya, lantaran harus melepas putri tersayangnya.

0 Komentar