INI kabar dari Kang Emil (Walikota Bandung, Ridwan Kamil) dalam lawatannya ke Qatar. Kang Emil yang difasilitasi oleh Dubes RI Doha, Deddy Saiful Hadi, dipertemukan dengan Sheikh Faisal bin Saud Al-Thani, Head of Business Development, Qatar Holding. Kang Emil diundang ke Wisma Duta untuk membicarakan berbagai peluang ekonomi dan investasi di Bandung kepada Qatar.
Setelah pertemuan tersebut, dilanjutkan dengan silaturahmi, tatap muka dan dialog bersama puluhan orang yang mewakili elemen-elemen komunitas warga Indonesia di Qatar, yang sangat antusias menyambut kehadiran beliau.
Penantian mereka selama berjam-jam terbayar lunas karena di dalam pertemuan yang singkat itu sangat banyak hal yang bermanfaat yang bisa didapatkan.
Baca Juga:Ubi Cilembu Cocok untuk Oleh-oleh Mudik LebaranBNNP Putus Mata Rantai Jaringan Narkoba Cianjur
Secara umum Kang Emil memaparkan pencapaian dan prestasi yang dicapai oleh kota Bandung selama dia menjabat Walikota Bandung, delapan belas bulan.
“Hari ini harus lebih baik dari hari esok, perubahan itu tidak bisa ditunggu, tapi harus dijemput, memaksimalkan social media untuk menunjang kinerja Pemerintahan.
Tiga konsep utama ini menjadi inti gaya kepemimpinan yang dilakukan untuk memompa kinerja walkot dan pembantu- pembantunya di Pemerintahan Kota Bandung,” ujar Kang Emil.
Pembangunan taman- taman di Bandung, Unit Reaksi Cepat tambal jalan, Pasukan Pembersih sampah, dan yang terbaru Panic Button yang langsung terhubung dengan Bandung Command Center adalah inovasi- inovasi sederhana tapi luar biasa.
Selain itu juga ada program harian untuk warga Bandung yang pada saat tulisan ini diturunkan, tingkat pertumbuhan ekonominya sudah 9%, atau 3-4% lebih tinggi dari induknya, Provinsi Jawa Barat dan Indonesia yang berada pada tingkat 5-6%.
Kebisaan yang ditularkan ke masyarakat Bandung seperti naik sepeda ke tempat kerja, Hari Senin tanpa makan nasi, Hari Selasa tanpa rokok, Hari Rabu berbahasa Sunda, Hari Kamis berbahasa Inggris adalah program inovatif lainnya yang dicontohkan langsung oleh beliau kepada warga- warganya melalui sosial media.
“Kebanyakan orang Bandung dan orang Indonesia pada umumnya baru bisa menyadari prestasi seorang pemimpin dari hal- hal yang terlihat kasat mata,” lanjutnya.
