Sementara itu, H Raskama menegaskan, dirinya telah siap diperiksa dan menjadi saksi. Karena dia berkeyakinan selama menjadi penyalur dari SHS semua bantuan ke gapoktan sudah tersalurkan.
“Mengenai pembayaran dari gapoktan maupun petani bisa dilihat dari dokumen yang ada. Sementara yang terkait dengan tersangka AS dokumennya ada, dan saya minta kejaksaan untuk segera menuntaskan kasus ini. Karena saya tidak mau disangka terlibat penyalahgunaan bantuan CSR. Saya sudah tua, jangan sampai saya meninggal dengan membawa nama jelek, saya tidak mau itu,” tandasnya.
Setelah melakukan penggeledahan di rumah H Raskama, tim beranjak ke kediaman tersangka AS di Desa Babakan Kecamatan Kertajati. Tim sempat menunggu lama, pasalnya AS tidak berada ditempat, setelah dihubungi kepala desa setempat, AS akhirnya datang. Tim kejaksaan langsung meminta berbagai data dan dokumen dari AS. Dengan tidakkeberatan AS memberikan beberapa dokumen.
“Biar saya jelaskan ya, bantuan tersebut bukan berupa uang tunai, akan tetapi berupa bibit, obat pertanian dan pupuk. Kalaupun ada yang tunai karena adanya perbedaan selisih harga pupuk pada waktu itu. Gapoktan yang saya pimpin menerima bantuan sebesar Rp 2,1 milyar, saya membayar Rp 607 juta. Sisanya Rp 1,5 milyar masih belum tertagih dipetani dengan berbagai alasan. Antaralain karena seringnya gagal panen pada tahun 2012 sehingga petani gagal bayar,” jelas AS.
AS yang memang masih aktif duduk sebagai salah satu wakil Ketua DPRD dari partai Gerindra ini mengatakan, pihaknya menilai adanya program pemerintah yang salah, ada bantuan bibit yang namanya Cadangan Bibit Umum (CBU).
“Program bantuan itu gratis, pikiran petani yang dari SHS juga gratis, sehingga petani tidak membayarnya. Padahal dari SHS berkewajiban tetap dibayar. Saya justru mempertanyakan pemeriksaan kejaksaan ini, padahal sebelumnya saya juga telah diperiksa oleh perdata dan umum (datun). Kenapa baru sekarang ini ketika saya menjadi wakil ketua DPRD saya diperiksa, waktu saya masih jadi rakyat biasa aman aman saja,” ungkap AS.
AS menduga bahwa ada keanehan dengan pemeriksaan dirinya. Dia menyebut beberapa nama yang menerima bantuan jauh lebih besar. Dan ada indikasi penyalahgunaan.