BANDUNG – Tidak hanya sebagai tempat beribadah, masjid juga merupakan bagian dari konsep keseimbangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui masjid, setiap insan manusia dapat menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhiratnya. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dalam ceramah pengajian rutin Pemprov Jabar, yang dihadiri Plh. Sekda Jawa Barat, para Asisten Daerah Setda Provinsi Jawa Barat, para Kepala OPD dan Biro Setda Provinsi Jawa Barat, para pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemprov Jawa Barat, pimpinan MUI, serta ketua berbagai Ormas Islam di Jawa Barat. Dalam pengajian yang digelar usai Sholat Shubuh di Masjid Al-Muttaqin Gedung Sate, Bandung, Minggu (19/4) ini, Aher mengatakan bahwa masjid bisa menghadirkan keseimbangan sosial dalam kehidupan masyarakat melalui berbagai kegiatan ibadah. “Mendirikan sholat (di masjid) dan zakat merupakan ciri dari konsep keseimbangan sosial. Berdoa dan mencari rizki (usaha) konsep keseimbangan, sehingga akan terjadi keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat,” ungkap Aher dalam ceramahnya.
Aher pun mengungkapkan apabila setiap insan manusia senantiasa melaksanakan shalat lima waktu dan menjadikan masjid bagian dari kehidupannya, maka dirinya akan memiliki iman yang kokoh dan terhindar dari kemaksiatan dan kotoran duniawi. Untuk itu, pada kesempatan ini Aher pun meminta kepada 15 ribu pegawai negeri sipil di Jabar agar senantiasa membiasakan diri sholat lima waktu di masjid. Melalui hal tersebut, diharapkan Jabar dapat menjadi provinsi terbaik, baik dari sisi pembangunan maupun sisi spiritualnya.
Sementara itu, Imam Besar Muhammad Syamsyi Ali dalam ceramahnya menceritakan perkembangan dunia Islam di AS. Pria yang juga menjadi penasehat spiritual NYPD (New York Department Police) ini mengungkapkan, bahwa efektivitas dakwah di AS bisa dilakukan dengan senyuman. “Dakwah dengan senyuman akan lebih efektif,” ujar Syamsyi.
Ia pun menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan pengusaha Donald Trump. Syamsyi mengatakan bahwa pandangan Donald Trump tentang Islam yang identik dengan terorisme dan radikalisme hilang seketika, ketika Syamsyi menghadirkam senyuman dihadapan Donald Trump yang hanya tahu Islam dari media.