DARA cantik kelahiran Kota Kembang, 3 Februari 1994 ini bernama Dewi Pratiwi. Paras ayunya semakin dikenal publik setelah Ia berkarier sebagai presenter Sport Arena di Bandung TV dan Master Ceremony (MC). Apalagi tallent Dewi yang lain? Yuk, Kita kenalan lebih dekat!Karir Dewi diawali jauh sebelum Ia menapak ke dunia Broadcasting. Sejak duduk di bangku SMP, Dewi sudah sering siaran di radio. Dari situlah Dewi kecil yang dikenal pendiam, mulai menemukan jati dirinya. “Iya, aku tuh orangnya pendiam banget dari kecil. Jadi keluarga banyak yang nggak percaya pas tau aku jadi presenter & suka nge-MC. Kata mereka gak nyangka, gak percaya, Dewi yang dulu pendiam jadi cerewet gini, hehe,” kenangnya.
Job off air Dewi pun mengalir deras dengan menjadi MC di berbagai acara. Mulai dari MC acara gathering, anniversary, launching produk, otomotif, hingga acara komunitas. “Nggak pernah terfikirkan sebetulnya pengen jadi penyiar atau MC. Awalnya cuma iseng, pengen terlatih aja dalam tutur berbicara dan jadi pulbik speaker yang baik,” katanya.
Menjadi seorang MC, Dewi pun punya pengalaman yang tak terlupakan. Kala itu Ia didaulat menjadi MC dalam acara HUT Polres Bandung, tepatnya di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang. Layaknya selebritis atau MC kondang, Ia mendapat pengawalan ketat dari Polisi. “Waktu itu tuh aku baru awal-awal nge-MC. Tau-tau pas mau keluar Tol Kopo yang saat itu macet banget, aku dikawal sama Patwal sampai ke lokasi acara. Lucu, seneng, gak bisa dilupain deh,” terang Mahasiswi Fikom Universitas Pasundan (Unpas) ini.
Baca Juga:Nikmati 4 Paket Wisata Menarik Bandung – JohorGaruda Indonesia Road Show ke Subang
Keajaiban-keajaiban yang dialami Dewi tak hanya sampai disitu. Dewi yang fenomenal, sering mengalami keberuntungan yang lagi-lagi tak pernah diduganya. Ia pernah diminta mengantar temannya dalam sebuah ajang kompetisi. Dalam ajang tersebut, justru Dewi-lah yang terpilih. Tahun 2011 lalu, Dewi terpilih menjadi Brand Ambassador IM3. Begitu pula dengan hobinya yang lain, seperti dance, sport, menyanyi, traveling, bisnis, akting, hampir semuanya menghasilkan buah manis berupa prestasi.
Filosofi ‘Pekerjaan paling menyenangkan di dunia adalah hobi yang dibayar’ yang dipopulerkan Walikota Bandung Ridwan Kamil, benar-benar dialami Dewi. Dari hobinya tadi, muncul berbagai tawaran. Namun Ia terbilang selektif dalam mengambil peluang yang datang. Dewi juga tak mau menjadi seorang artis/figur yang gampang tenar tapi mudah pula menghilang. “Di FTV aku sempet main 3-4 film. Salah satu yang paling ku ingat itu judulnya Bisik-bisik Cinta di Garut. Pernah juga dapat tawaran jadi penyanyi dari Nagaswara,” tutur penggemar Raisa dan Agnes Monica ini.
